Beberapa tahun terakhir, sejak 2010 hingga
saat ini, Makassar menjadi perhatian banyak orang. Khusus menyoal demonstrasi
mahasiswa. Terutama mengenai demontrasi mahasiswa yang berujung bentrok dengan aparat
kepolisian dan pengrusakan pada fasilitas umum. Bahkan, demonstrasi mahasiswa
telah menjadi salah satu ‘ikon’ Kota Makassar.
Aksi mahasiswa Makassar memang berbeda dengan aksi
mahasiswa di daerah lain di tanah air. Karena seringnya berakhir bentrok, demonstrasi
mahasiswa makassar kadang dipuji dan kadang pula di hujat oleh berbagai pihak. Diantaranya
pemerintah, akademisi, dan masyarakat umum.
Mahasiswa sebagai kelompok terpelajar pun
menuai tanya. Berbagai spekulasi bermunculan. Mulai dari disusupi oleh
kepentingan tertentu, adanya provokator, hingga suburnya ideologi Anarkisme di
Makassar.
Sejak maraknya demonstrasi mahasiswa yang
berujung bentrok. Sistem pendidikan di beberapa kampus di makassar juga menjadi
pertanyaan. Kritik terhadap system pengkaderan di lembaga kemahasiswaan juga
menuai Tanya. Demonstrasi yang berakhir dengan tindakan brutal, merusak,
membakar, menghancurkan tanpa tujuan yang jelas (missal: amuk massa) dipandang
sebagai aksi anarkisme.
Anarkisme
Pierre Joseph Proudhon, adalah orang pertama
yang menggunakan istilah anarkisme sebagai filsafat politik. Dalam tradisinya, anarkisme memiliki dua tendensi yang dominan,
yakni anarkisme individual dan anarkisme kolektif. Keduanya sama-sama menolak
keberadaan subjek yang terpisah dari dunia objektif. Singkatnya, keduanya
menolak kekuasaan sentral (negara) yang memaksakan kepatuhan buta terhadap
warganya.
Sementara itu, menurut Emma Goldman dalam
tulisannya yang berjudul Anarchism And
Other Essays mengatakan anarkisme adalah “kekuatan yang menggerakkan manusia,
yang terus-menerus menciptakan keadaan-keadaan baru, berjuang dalam keadaan
apapun untuk menolak segala sesuatu yang menghambat perkembangan peradaban. Secara
umum anarkisme dapat diartikan sebagai gerakan perlawanan yang memiliki banyak
bentuk dan karaktetristik/varian.
Gerakan anarkisme tumbuh subur di beberapa negara
bagian di eropa. Salah satu alasan gerakan anarkisme lahir adalah sebagai salah
satu bentuk perlawanan terhadap kehidupan sosial yang mapan dan dipaksakan.
Seiring perkembangan zaman, sejak orde baru
hingga orde paling baru yakni reformasi, berbagai varian demonstrasi
bermunculan di tanah air. Mulai dari aksi damai hingga aksi yang bertujuan
menciptakan kerusuhan. Sejarah mencatat, kerusuhan dalam demonstrasi bukanlah
hal yang baru. Demonstrasi menuntut diturunkan Sukarno dan Soeharto sebagai
presiden juga banyak diwarnai bentrokan dengan aparat kepolisian dan TNI.
Demonstrasi dalam Semiotika
Demonstrasi yang berujung pada pengrusakan
fasilitas umum, pembakaran ban, penutupan jalan, pelemparan terhadap institusi pemerintah,
mencoret beberapa fasilitas umum, bukanlah sesuatu yang dilakukan tanpa dasar.
Menurut Rolan Bartes dalam ilmu tentang tanda/semiologi, setiap tanda memiliki
aspek penanda dan petanda. Dimana keduanya saling berhubungan. Petanda adalah
aspek material/empirik sedangkan penanda adalah aspek konsepsi atau ekspresi
dari petanda.
Meminjam analisis semiotika Bartes melihat
tanda dari anarkisme mahasiswa Makassar merupakan pendekatan untuk melihat tanda-tanda
berbicara. Demonstrasi adalah aspek material/ empirik. Inilah yang disebut
petanda. Amuk mahasiswa berupa pengrusakan fasilitas umum, pembakaran ban, dan pemblokiran
jalan merupakan ekspresi dari kemarahan
dan kekecewaan. Inilah yang disebut penanda. Ekspresi kemarahan, kekecewaan bukanlah
sesuatu yang berdiri sendiri. Akan tetapi ada sesuatu yang membuatnya
terekspresikan (penanda).
Dalam demonstrasi mahasiswa, Jika aspek petanda
yang ditonjolkan, maka wajar konsepsi negatif tentang mahasiswa yang akan
terbangun di pikiran publik. Tapi, jika aspek penanda yang ditekankan, seperti
pengrusakan, maka penelurusan terhadap pokok persoalan menjadi hal utama. Hal
inilah yang jarang menjadi perhatian banyak orang. Wajar jika masyarakat umum
tak simpati lagi dengan mahasiswa sebagai kaum terdidik.
Mahasiswa Makassar memang identik dengan
kekerasan ketika melakukan demonstrasi. Hari-hari nasional, seperti hari buruh,
hari pendidikan nasional, dan hari-hari nasional lainnya sering dipilih
mahasiswa menjadi momentum demonstrasi. Hari pendidikan nasional adalah moment
yang dijadikan mahasiswa memprotes kebijakan pemerintah di bidang pendidikan. Tak
sedikit aksi mahasiswa di momentum itu berakhir bentrok. Seperti yang terjadi
di kantor Gubernur Sulawesi Selatan pada 2 Mei 2013.
Tak sedikit kerugian yang ditimbulkan oleh
aksi mahasiswa yang berujung pada bentrok. Diantaranya menimbulkan kemacetan,
pengrusakan fasilitas umum, dan jatuhnya korban dari kedua belah pihak. Efek
inilah yang seringkali menjadi perbincangan publik.
Kesadaran kritis
Demonstrasi mahasiswa Makassar tidak lepas
dari kondisi aktivitas mahasiswa di dalam kampus. Diantaranya Unhas, UNM, UMI,
Unismuh, dan Universitas 45, serta beberapa kampus lainnya. Iklim kampus yang
didominasi diskusi kelompok dan berbagai kegiatan pengkaderan membuat suburnya kesadaran
kritis mahasiswa.
Kampus sebagai miniatur negara merupakan
tempat lahirnya bibit muda penerus generasi bangsa. Khususnya generasi
intelektual. Berbagai aliran pemikiran dunia bergelut menjadi bahan
perbincangan dari fakultas ke fakultas melalui ruang diskusi. Hal inilah yang
menjadikan kampus menjadi ladang subur tumbuh berbagai gerakan sosial di tanah
air. Tanpa menafikan gerakan masyarakat seperti gerakan buruh dan gerakan tani
sebagai basis gerakan massa lainnya di nusantara.
Anarkisme mahasiswa Makassar merupakan salah
satu wujud gerakan sosial yang mendapati jalan buntu. kritik bagi pemerintah
terkadang tak digubris. Sehingga langkah-langkah kekerasan menjadi pilihan bagi
demonstran. Tujuannya tak lain agar
aspirasinya didengar dan dilaksanakan oleh pemerintah. Selain itu, juga menjadi
bagian terpenting dalam penguatan masyarakat sipil. Tanpa menafikan gerakan sosial
yang lebih elegan dan persuasif.
Anarkisme mahasiswa
makassar merupakan produk atas gelagat pemimpin yang tak mau mendengar dan
ingin dilayani. Demonstrasi yang berujung bentrok sebaiknya menjadi pelajaran penting
bagi semua pihak. Khususnya dalam arti penanda. Anarkisme mahasiswa bisa jadi merupakan
salah satu model peringatan bagi pemerintah (eksekutif dan legislatif) yang
bebal dengan kritikan dan tak mau belajar mendengar. wallahualam
.
ReplyDeleteObat Aborsi Di Makassar
.
Obat Cytotec Asli Di Makassar
.
Obat Penggugur Kandungan Di Makassar
.
Obat Peluntur Janin Di Makassar
.
Jual Obat Aborsi Di Makassar
.
Cara Menggugurkan Kandungan Di Makassar
.
Jual Obat Aborsi Asli Di Makassar
.
.
.
.
.
.
Obat Cytotec asli
.
Obat Aborsi
.
Cara Menggugur kandungan
.
Obat Penggugur Janin
.
Obat Terlambat Datang Bulan
.
Obat Penggugur kandungan
.
Ciri Ciri Obat cytotec asli
.
Obat Peluntur janin
.
Obat Cytotec asli
.
.
http://obatcytotecasli.net/
Call/WA : 085 702 494 733
BBM : D29AD2CE
.
.