Saturday, May 4, 2013

Di Balik Bocornya Sprindik


Setelah Komite etik mengumumkan hasil temuannya, Wiwin Suwandi selaku pelaku pembocoran sprindik Anas merebak menjadi perbincangan di media massa. Nama Wiwin kemudian mendadak populer dengan aksinya membocorkan draft sprintik Anas. Walaupun nama Wiwin mendadak terkenal, publik selanjutnya tertuju pada pertanyaan siapakah Wiwin?

Wiwin adalah sekretaris pribadi ketua KPK Abraham Samad yang diangkat sejak 2012 lalu. Keduanya sama-sama menimba ilmu di kampus ternama di Indonesia Timur, Universitas Hasanuddin. Sejak Mahasiswa, Wiwin dikenal aktif di lembaga kemahasiswaan Fakultas Hukum Unhas. Ia aktif menggeluti dunia pers mahasiswa di fakultasnya yakni lembaga pers mahasiswa hukum Unhas (LPMH). Hingga ia dipercaya memimpinnya.

Wiwin juga penah menjabat sebagai sekretaris jenderal (Sekjen) perhimpunan pers mahasiswa Indonesia (PPMI) Kota Makassar. Kesehariannya, alumni fakultas hukum Unhas ini juga sering terlibat dalam beberapa diskusi dan demonstrasi di kampus merah.

Selain itu, alumni Unhas angkatan 2003 ini sering menyampaikan gagasan dan kritiknya terhadap hukum di Indonesia melalui beberapa media lokal di Sulawesi Selatan. Selain aktif di lembaga pers, Ia tak berbeda dengan kebayakan aktivis kampus yang menghabiskan waktunya di jalanan mengkritik pemerintah.

Pembawa pesan
Wiwin di mata para pemburu berita (wartawan) adalah sosok pembawa pesan/berita di gedung lembaga antirasuah itu. Olehnya itu, Wiwin diketahui dekat dengan beberapa pewarta yang bertugas di KPK, salah satunya adalah Tri, wartawan yang pertama kali mendapatkan draf sprindik dari tangan Wiwin.

Wiwin dalam mitologi Yunani tidak jauh berbeda seperti sosok Dewa Hermes. Hermes merupakan anak dari Zeus dan Maia dan juga adalah salah satu dewa Olimpus. Peran Wiwin sama seperti Dewa Hermes sang pembawa pesan atau pengirim berita kepada si penyebar informasi (wartawan) ke publik tentang draft sprindik Anas.

Bahkan menurut pengakuan Komite Etik, Wiwin tidak hanya membocorkan sprindik Anas. Informasi kasus korupsi, seperti kasus suap Bupati Buol, Amran Batalipu, dan skandal suap impor daging sapi presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq juga dibocorkan Wiwin ke beberapa wartawan.

Motif pembocoran sprindik
Pengungkapan Wiwin atas draft sprindik bukanlah tindakan tanpa dasar. Dengan melihat sprindik yang beredar di media, mengindikasikan adanya pimpinan KPK yang tidak sepakat menetapkan Anas sebagai tersangka.

Pasca beredarnya sprindik, dan atas desakan publik dan media massa, semua pimpinan KPK kemudian bersepakat menetapkan status Anas sebagai tersangka. Tidak terkecuali Bambang dan Busyro ikut mebubuhi tandatangan di draft sprindik.

Motif di balik beredarnya sprindik bisa menjadi upaya yang ditempuh ketua KPK bersama staf pribadinya untuk membuka ke publik tentang pertarungan pimpinan KPK dalam menetapkan status Anas. Langkah ini yang mungkin di maksud Abraham sebagai langkah progresif dan radikal dalam memberantas korupsi yang sudah luarbiasa dan sistematik di negeri ini.

Berikut pernyataan Abraham yang menyatakan, sanksi untuknya dan stafnya tidak menciutkan nyalinya untuk terus memberantas korupsi. “Genderang perang terhadap korupsi jauh lebih urgen terus ditabuh ketimbang mempersoalkan sprindik yang sifatnya administratif. Ingat korupsi di negeri ini sudah luarbiasa dan sistemik sehingga diperlukan cara-cara progresif untuk memberantasnya,” ucap Alumni unhas ini.

Perpecahan ditubuh KPK kembali dipertegas melalui pesan singkat Wiwin melalui BBM (blackberry messenger) kepada seorang karibnya di kampus Unhas, “Mohon doa dan dukungannya, yakinlah saya tidak menjual idealisme dan kehormatan dalam kasus ini. Saya hanya ingin menunjukkan idealisme yang mungkin berlawanan dengan sistem.”

Statemen Abraham dan Wiwin adalah bukti kuat bahwa di lembaga antirasuah itu telah terjadi pertarungan serius antara pimpinan KPK dalam menetapkan Anas sebagai tersangka yang memakan waktu sekira dua tahun.

Bahkan setelah beberapa hari ditetapkannya Wiwin sebagai pembocor sprindik berbagai spekulasi beredar di media, mulai dari kedekatan Wiwin dengan Abraham hingga skenario pelemahan KPK. Bahkan para loyalis Anas menilai pembocoran sprindik adalah bagian dari skenario politik untuk menjatuhkan Anas sebagai ketua Umum Partai Demokrat. Loyalis Anas, bahkan ingin mempidanakan Wiwin.

Wiwin dan pewarta
Wiwin terus menjadi incaran para pewarta dan berbagai pihak yang berkepentingan. Keterangan Wiwin ditunggu oleh publik terkait apakah yang mendasari ia membocorkan draft sprindik Anas. Apakah atas inisiatifnya sendiri atau karena pihak lain?.  

Wiwin dan bocornya sprindik Anas juga membongkar bagaimana hubungan wartawan dengan beberapa narasumber dalam pembokaran kasus korupsi di negeri ini. Sumber informan seperti Wiwin banyak terdapat di beberapa instansi, akan tetapi tidak banyak diungkap oleh media karena dapat mengancam jabatan ataupun karir narasumber dimana Ia bekerja. Pihak media pun tak ingin kehilangan sumber informasi jika identitas narasumbernya ketahuan.

Kedekatan Wiwin dengan wartawan bukanlah fenomena baru dalam dunia pers. Melalui keakrabannya, Wiwin paham betul apa yang menjadi kebutuhan para pemburu berita yang selalu mengutamakan aktualita. Apalagi saat itu ramai dibicarakan mengenai status Anas yang tak kunjung jelas.

Terlepas dari polemik apakah Wiwin dijadikan alat pihak tertentu ataukah alasan lainnya, Wiwin telah menjadi simbol perlawanan terhadap kebenaran yang tersembunyi di balik gedung KPK. Wiwin telah berperan sebagai pembawa pesan dalam menguak informasi yang tertutup rapat dalam memberantas korupsi di Indonesia.

Cerita Wiwin menggambarkan sosok anakmuda yang resah dengan berbagai intrik politik di dalam sistem kekuasaan. Kita berharap, sosok Wiwin ada di setiap instansi sebagai pembawa pesan/informasi kepada pewarta dalam memerangi korupsi sebagai musuh bersama.

No comments:

Post a Comment