Setelah
Komite etik mengumumkan hasil temuannya, Wiwin Suwandi selaku pelaku pembocoran
sprindik Anas merebak menjadi perbincangan di media massa. Nama Wiwin kemudian
mendadak populer dengan aksinya membocorkan draft sprintik Anas. Walaupun nama
Wiwin mendadak terkenal, publik selanjutnya tertuju pada pertanyaan siapakah Wiwin?
Wiwin adalah
sekretaris pribadi ketua KPK Abraham Samad yang diangkat sejak 2012 lalu. Keduanya
sama-sama menimba ilmu di kampus ternama di Indonesia Timur, Universitas Hasanuddin.
Sejak Mahasiswa, Wiwin dikenal aktif di lembaga kemahasiswaan Fakultas Hukum Unhas.
Ia aktif menggeluti dunia pers mahasiswa di fakultasnya yakni lembaga pers
mahasiswa hukum Unhas (LPMH). Hingga ia dipercaya memimpinnya.
Wiwin juga
penah menjabat sebagai sekretaris jenderal (Sekjen) perhimpunan pers mahasiswa Indonesia
(PPMI) Kota Makassar. Kesehariannya, alumni fakultas hukum Unhas ini juga sering
terlibat dalam beberapa diskusi dan demonstrasi di kampus merah.
Selain itu, alumni
Unhas angkatan 2003 ini sering menyampaikan gagasan dan kritiknya terhadap hukum
di Indonesia melalui beberapa media lokal di Sulawesi Selatan. Selain aktif di
lembaga pers, Ia tak berbeda dengan kebayakan aktivis kampus yang menghabiskan
waktunya di jalanan mengkritik pemerintah.
Pembawa pesan
Wiwin di
mata para pemburu berita (wartawan) adalah sosok pembawa pesan/berita di gedung
lembaga antirasuah itu. Olehnya itu, Wiwin diketahui dekat dengan beberapa
pewarta yang bertugas di KPK, salah satunya adalah Tri, wartawan yang pertama
kali mendapatkan draf sprindik dari tangan Wiwin.
Wiwin dalam
mitologi Yunani tidak jauh berbeda seperti sosok Dewa Hermes. Hermes merupakan
anak dari Zeus dan Maia dan juga adalah salah satu dewa Olimpus. Peran Wiwin
sama seperti Dewa Hermes sang pembawa pesan atau pengirim berita kepada si penyebar
informasi (wartawan) ke publik tentang draft sprindik Anas.
Bahkan menurut
pengakuan Komite Etik, Wiwin tidak hanya membocorkan sprindik Anas. Informasi
kasus korupsi, seperti kasus suap Bupati Buol, Amran Batalipu, dan skandal suap
impor daging sapi presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq juga dibocorkan Wiwin ke
beberapa wartawan.
Motif pembocoran sprindik
Pengungkapan
Wiwin atas draft sprindik bukanlah tindakan tanpa dasar. Dengan melihat
sprindik yang beredar di media, mengindikasikan adanya pimpinan KPK yang tidak
sepakat menetapkan Anas sebagai tersangka.
Pasca
beredarnya sprindik, dan atas desakan publik dan media massa, semua pimpinan
KPK kemudian bersepakat menetapkan status Anas sebagai tersangka. Tidak
terkecuali Bambang dan Busyro ikut mebubuhi tandatangan di draft sprindik.
Motif di balik
beredarnya sprindik bisa menjadi upaya yang ditempuh ketua KPK bersama staf
pribadinya untuk membuka ke publik tentang pertarungan pimpinan KPK dalam
menetapkan status Anas. Langkah ini yang mungkin di maksud Abraham sebagai langkah
progresif dan radikal dalam memberantas korupsi yang sudah luarbiasa dan
sistematik di negeri ini.
Berikut pernyataan
Abraham yang menyatakan, sanksi untuknya dan stafnya tidak menciutkan nyalinya
untuk terus memberantas korupsi. “Genderang perang terhadap korupsi jauh lebih
urgen terus ditabuh ketimbang mempersoalkan sprindik yang sifatnya administratif.
Ingat korupsi di negeri ini sudah luarbiasa dan sistemik sehingga diperlukan
cara-cara progresif untuk memberantasnya,” ucap Alumni unhas ini.
Perpecahan
ditubuh KPK kembali dipertegas melalui pesan singkat Wiwin melalui BBM (blackberry messenger) kepada seorang
karibnya di kampus Unhas, “Mohon doa dan dukungannya, yakinlah saya tidak
menjual idealisme dan kehormatan dalam kasus ini. Saya hanya ingin menunjukkan
idealisme yang mungkin berlawanan dengan sistem.”
Statemen
Abraham dan Wiwin adalah bukti kuat bahwa di lembaga antirasuah itu telah
terjadi pertarungan serius antara pimpinan KPK dalam menetapkan Anas sebagai
tersangka yang memakan waktu sekira dua tahun.
Bahkan setelah
beberapa hari ditetapkannya Wiwin sebagai pembocor sprindik berbagai spekulasi
beredar di media, mulai dari kedekatan Wiwin dengan Abraham hingga skenario pelemahan
KPK. Bahkan para loyalis Anas menilai pembocoran sprindik adalah bagian dari skenario
politik untuk menjatuhkan Anas sebagai ketua Umum Partai Demokrat. Loyalis
Anas, bahkan ingin mempidanakan Wiwin.
Wiwin dan pewarta
Wiwin terus
menjadi incaran para pewarta dan berbagai pihak yang berkepentingan. Keterangan
Wiwin ditunggu oleh publik terkait apakah yang mendasari ia membocorkan draft
sprindik Anas. Apakah atas inisiatifnya sendiri atau karena pihak lain?.
Wiwin dan bocornya
sprindik Anas juga membongkar bagaimana hubungan wartawan dengan beberapa
narasumber dalam pembokaran kasus korupsi di negeri ini. Sumber informan
seperti Wiwin banyak terdapat di beberapa instansi, akan tetapi tidak banyak
diungkap oleh media karena dapat mengancam jabatan ataupun karir narasumber dimana
Ia bekerja. Pihak media pun tak ingin kehilangan sumber informasi jika identitas
narasumbernya ketahuan.
Kedekatan Wiwin
dengan wartawan bukanlah fenomena baru dalam dunia pers. Melalui keakrabannya, Wiwin
paham betul apa yang menjadi kebutuhan para pemburu berita yang selalu mengutamakan
aktualita. Apalagi saat itu ramai dibicarakan mengenai status Anas yang tak
kunjung jelas.
Terlepas
dari polemik apakah Wiwin dijadikan alat pihak tertentu ataukah alasan lainnya,
Wiwin telah menjadi simbol perlawanan terhadap kebenaran yang tersembunyi di balik
gedung KPK. Wiwin telah berperan sebagai pembawa pesan dalam menguak informasi
yang tertutup rapat dalam memberantas korupsi di Indonesia.
Cerita Wiwin
menggambarkan sosok anakmuda yang resah dengan berbagai intrik politik di dalam
sistem kekuasaan. Kita berharap, sosok Wiwin ada di setiap instansi sebagai pembawa
pesan/informasi kepada pewarta dalam memerangi korupsi sebagai musuh bersama.
No comments:
Post a Comment